Kamis, 24 Maret 2016

Tips Mendapatkan Jodoh yang Shaleh

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Tips Mendapatkan Jodoh yang Shaleh

Tips Mendapatkan Jodoh yang Shaleh


1.       Pastikan kita memiliki niat yang benar
“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan sesuai apa yang diniatkan, barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang akan didapatkan atau wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya sesuai dengan apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhari Muslim)
2.       Teori Burung Merpati dan Burung Beo
Jika menginginkan pasangan baik agamanya, maka agama anda pun harus baik terlebih dahulu. Shalat nya tepat waktu, setiap hari membaca ayat suci quran, shalat dhuha dan shalat tahajud nya tidak pernah tinggal.
3.       Taaruf dan kenali dia secara dalam
Setiap orang memiliki hak untuk saling berkenalan satu sama lain sebelum memutuskan untuk menikah. Oleh sebab itu, kenalilah setiap calon pasangan yang mendekatimu atau yang sedang kita dekati.
4.       Inilah Senjata utama orang beriman
Dan apabila hamba hamba KU bertanya kepadamu tentang Aku maka jawablah,bahwasanya Aku adalah dekat Aku mengabulkan permohonan orang orang yang mendo’a apabila ia berdo’a kepada Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” ( QS Al Baqoroh : 186 )



Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Empat Cara Menjemput Jodoh dari Tangan Allah

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Empat Cara Menjemput Jodoh dari Tangan Allah

Empat Cara Menjemput Jodoh dari Tangan Allah

Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujaraat ayat 13 bahwa mahluk hidup itu diciptakan berpasang-pasangan dari jenisnya. Jika sudah dipertemukan dengan jodohnya, maka Allah akan mengembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang baik sekali. Jodoh merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Allah.
Memang benar jodoh tersebut berada di tangan Allah SWT. Akan tetapi, bila tidak dijemput maka jodoh tersebut akan tetap berada di tangan Allah. Itulah yang membuat makhluk harus berikhtiar untuk mendatangkan jodohnya. Jodoh akan segera datang jika orang tersebut tahu cara menjemputnya dari tangan Allah. Ketika semua usaha sudah dilakukan, maka tinggal menunggu Allah memberikan jodoh tersebut kepada kita dengan caraNya. Berikut ini adalah empat cara menjemput jodoh dari tangan Allah SWT.
1. Perbanyak Berdoa 
Cara pertama yang harus dilakukan untuk menjemput jodoh dari tangan Allah adalah dengan memperbanyak doa. Ada orang yang dijauhkan dari jodohnya karena kurang berdoa, untuk itu berdoalah kepada Allah agar dibimbing menjadi dan menuju jodoh yang soleh dan sholehah. Akan tetapi, seperti yang diketahui bahwa doa yang terucap tidak langsung dikabulkan. Untuk itu disarankan untuk tidak bosan-bosan berdoa mengharapkan Allah mengabulkan doa tersebut.
Waktu yang paling tepat untuk berdoa adalah ketika selesai melaksanakan ibadah sholat. Disarankan untuk meminta ibu dan ayah serta keluarga turut berdoa, supaya energi doa menjadi lebih kuat dengan izin Allah. Ada baiknya tiap kali berdoa, diawali dengan beristighfar terlebih dahulu. Setelah itu bersholawat dan mengucapkan doa yang diinginkan.
2. Kenali Tanda-Tanda Allah
Setelah berdoa, langkah selanjutnya yang harus dilakukan untuk menjemput jodoh dari tangan Allah SWT adalah dengan memperhatikan tanda-tanda yang diberikan Allah. Biasanya setelah berdoa untuk meminta jodoh, beberapa waktu setelahnya Allah akan memberikan sebuah tanda, seperti akan datangnya lamaran yang datang ke rumah. Itu merupakan salah satu tanda dari Allah yang mengabulkan doa orang tersebut. Jangan pernah mengabaikan tanda dari Allah walaupun sekecil biji zarah, tetaplah bersyukur.
3. Sedekah Mempercepat Terkabulnya Do’a
Rajin bersedekah menjadi salah satu upaya untuk menjemput jodoh yang berada di tangan Allah SWT. Selain dapat mempercepat terkabulnya doa mendapatkan jodoh, sedekah juga memiliki manfaat yang luar biasa. Seperti membuka pintu rezeki, menjauhkan diri dari sifat kikir, serta membuat orang selalu bersyukur.
4. Lalui Situasi Itu 
Setelah melakukan berbagai usaha untuk menjemput jodoh seperti berdoa, mengenali tanda-tanda Allah dan bersedekah kiat yang terakhir adalah melalui situasi tersebut. Laluilah situasi ini dengan penuh tawakal kepada Allah dan tunggulah hingga Allah mengabulkan doa untuk mendapatkan jodoh tersebut. Ketika doa tersebut sudah terkabul, maka perbanyaklah syukur kepada Allah.
Itulah empat cara menjemput jodoh dari tangan Allah SWT. Tidak cukup sampai disana, teruslah libatkan Allah sejak awal perjuangan dalam menjemput jodoh. Teruslah berusaha dan berdoa lalu serahkan segala sesuatunya kepada Allah SWT.

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Rabu, 23 Maret 2016

Hadist Tentang Jodoh

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Hadist Tentang Jodoh

Hadist Tentang Jodoh


Dari Abu Hurairah – rhadiyallahu anhu – dari Nabi Muhammad SAW, beliau berkata: “Seorang perempuan dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, (atau) karena agamanya. Pilihlah yang beragama, maka kau akan beruntung, (jika tidak, semoga kau) menjadi miskin”.
Dalam hadits tentang jodoh di atas dikatakan bahwa seorang perempuan dinikahi karena empat perkara karena 4 perkara. Wanita itu ingin dinikahi oleh pria karena 4 alasan, jika tidak karena hartanya, pasti karena kedudukannya, atau karena kecantikannya, atau karena agamanya. Demikianlah pada umumnya, seseorang tidak terlepas dari keempat hal ini ketika hendak menikahi wanita.
1.       Memilih jodoh karena hartanya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa ada dari sebagian lelaki yang memilih pasangan dengan menempatkan harta sebagai kriterianya. Dia tidak ingin menikah kecuali dengan seorang wanita yang berpunya atau kaya raya. Lelaki seperti ini adalah lelaki yang kehilangan kejantanannya. Ini rawan, karena bisa saja sang wanita malah menyepelekan sang lelaki.
Dari Ibnu Majah, dari Umar, hadits marfu’, bahwasanya Rasulullah saw pernah berkata: “Janganlah kalian menikahi perempuan karena keelokannya, karena boleh jadi keelokannya itu akan binasa, jangan pula kalian menikahi perempuan karena hartanya, karena boleh jadi hartanya itu akan membuatnya berlaku angkuh/sombong/melampaui batas, tapi nikahilah seorang wanita karena agamanya, dan (ketahuilah) bahwa budak wanita yang hitam legam namun beragama itu lebih baik.
2.       Memilih jodoh karena kedudukannya.
Para ulama memakruhkan seseorang untuk menikah dengan seseorang yang tidak dikenal asal-usulnya, tidak dikenal siapa ayahnya, dikhawatirkan asal-usulnya tidak baik, karena umumnya sifat seorang wanita tidak jauh dari induknya.
3.       Memilih jodoh karena kecantikannya.
Manusia telah diciptakan dengan fitrah menyukai segala sesuatu yang indah,
elok dan cantik. Sebaik-baik perempuan adalah yang membuat suaminya bergembira ketika memandangnya karena keelokan dan pesona wajahnya. Tidak masalah jika seorang lelaki menyukai wanita karena wanita tersebut cantik, yang tidak pantas adalah menyukai seorang wanita “HANYA” karena kecantikannya. Ini tidak bagus, karena seiring berjalannya waktu, kecantikan akan memudar. Jadi memilih wanita karena kecantikan bukanlah ide yang bagus.
4.       Memilih jodoh karena agamanya.
Agama di sini maksudnya adalah ketaatan bukan sekedar penampilan luar, bukan berarti jika tidak berjilbab juga tidak apa-apa asalkan shalihah (baik tingkah lakunya). Berjilbab merupakan setengah ketaatan, setengahnya lagi adalah tingkah laku, artinya, seorang wanita yang tidak berjilbab tidak dinilai beragama dalam pandangan hukum agama, karena ketaatannya kurang, walaupun wanita tersebut baik akhlaq dan perilaku kesehariannya.
Rasulullah saw bersabda “Tidak ada hal yang paling bermanfaat bagi seorang mukmin setelah taqwa kepada Allah selain wanita shalihah, jika diperintah, ia menaatinya, jika dipandang, ia membuatnya bahagia/senang, jika bersumpah, ia memenuhi sumpahnya, jika ditinggal suaminya, ia menjaga diri dan harta suaminya.”
Rasulullah saw bersabda “Barang siapa yang Allah beri rizki wanita shalihah, maka sungguh Allah telah menolongnya untuk menyempurnakan setengah agamanya, maka takutlah kepada Allah (dalam memenuhi) setengahnya lagi.”
Buat para lelaki yang sedang mencari jodoh, perhatikanlah hadits tentang jodoh di atas. Ini penting. Memilih jodoh adalah sama dengan memilih masa depan. Salah memilih jodoh artinya salah memilih masa depan. Semoga kita semua mendapatkan jodoh yang baik menurut Allah dan Rasulullah. Semoga hadits tentang jodoh di atas bisa menjadi acuan kita meraih kebahagiaan. aamiin


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Hadist Tentang memilih Jodoh

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Hadist Tentang memilih Jodoh

Hadist Tentang memilih Jodoh


Keluarga adalah bentuk dari miniatur masyarakat. Dimana didalamnya kita bisa belajar untuk menjadi masyarakat yang baik. Didalam keluarga kita belajar menjadi pemimpin adil dan bijaksana, belajar menjadi guru, dll. Didalam Agama Islam suatu keluarga harus didahului oleh suatu ikatan yang sering disebut dengan pernikahan melalui Ijab Qobul. Pernikahan itu merupakan upacara yang suci yag harus dihadiri olehkedua calon pengantin. Harus ada penyerahan dari pihak pengantin putri (Ijab) dan harus ada penerimaan dari pihak pengantin putra atau disebut juga dengan Qobul. Peristiwa bersejarah ini sudah diatur di dalam agama Islam.
Banyak ayat-ayat Al-Quran yang membahas tentang pernikahan dan hal-hal yang terkait dengan pernikahan. Begitu pula dengan hadist-hadist Nabi banyak yang membahas tentang masalah pernikahan dan hal-hal yang terkait dengan pernikahan.  Tetapi sebelum menanjak kepada masalah pernikahan biasanya 2 orang (sepasang kekasih) saling Ta’arufan (pacaran) terlebih dahulu. Biasanya ini dilakukan untuk saling mengenal asat dengan yang lainnya.
Di dalam Islam sendiri diajarkan tentang kriteria untuk memilih jodoh. Baik itu untuk laki-laki maupun perempuan. Tetapi kebanyakan hadist menjelaskan tentang kriteria-kriteria perempuan yang  “baik” untuk di nikahi. Hadist yang terkait dengan hal ini adalah hadist yang diriwatkan oleh beberapa perawi hadis yang masyhurdi antaranya adalah Imam Bukhori :
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَات الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Artinya “ Di cerikan Musadad, diceritakan Yahya dari ‘abdulloh berkata bercerita kepadaku Sa’id Ibn Abi Sa’id dari Abi Hurairah ra bahwasanya Nabi saw bersabda wanita dinikahi karena empat perkara. Pertama hartanya, kedua kedudukan statusnya, ketiga karena kecantikannya dan keempat karena agamanya. Maka carilah wanita yang beragama (islam) engkau akan beruntung.”
1.       Syarah Hadist
تربت يدك(engkau akan beruntung) secara tidak langsung merupakan doa dan dorongan untuk menjadi kaya, namun jangan melupakan agamanya.
Sedangkan untuk kata لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَاakan lebih di terangkan dalm pembahasan tentang muhasabah hadist.
1.       Analisis Hadis
Memilih jodoh yang “baik” adalah langkah awal untuk memulai membina rumah tangga yang diridoi Alloh.  Dalam memilih calon pendamping kita perlu cermat dan memakai kriteria yang benar, agar mendapatkan pasangan yang baik dan sesuai. Namun hal ini memang gampang-gampang susah.
Pasangan hidup yang menjadi jodoh memang meupakn urusan Tuhan dan sudah menjadi taqdir-Nya. Tetapi sebagai hamba yang baik kita tidak bisa diam saja menunggu jodoh itu datang. Kita diwajibkan mencari dan memilih pasangan sesuai dengan aturan syar’i. Para pencari jodoh sebaiknya selain rasa cinta biasanya tidak terlepas dari 4 unsur yang telah disebutkan diatas.
1.       Karena hartanya
2.       Karena nasabnya
3.       Karena kecantikannya
4.       Karena agamanya.
Keempat kriteria di atas bukan lah unsur yang wajib ada, karena semua manusia di dunia ini tidak ada yang semourna, tetapi 4 kriteria di atas adalah hal-hal pokok yang sangat menentukan hasil akhir. Dan ke empat unsur diatas adalah hal yang sangat ideal.
1.       Kualitas Hadis
Hadis di atas adalah hadist yang masyhur di kalangan masyarakat awam. Dalam Kutubus Tsittahsendri terdapat sekitar 8 kali disebutkan. Dengan rincian dalam kitab Shohih Bukhori terdapat 1 kali, dalam Shohih Muslim terdapat 2 kali, dalam Sunan Abu Dawud 1 kali, Sunan Turmudzi 1 kali, dalam Sunan Nasai 2 kali dan dalam Sunan Ibnu Majah terdapat 1 kali. Dari beberapa kitab yang menyebutkan Hadis ini ataupun dari masing-masing kitab terdapat perbedaan pada Sanad Hadist. Namun secara maknanya sama. Menimbang dari runtutan Sanad dari hadis-hadis tersebut dan perawinya maka bisa disimpulkan bahwa hadist tersebut adalah hadist shohih. Ini di dukung pula dengan tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa hadist tersebut hadist Dhoif. Hadis ini pun memenuhi syarat untuk katagori hadist shohih.
·         Asbabul Wurud
Asbabul wurud hadist ini secara mikronya belum ada penjelasan dari beberapa sumber yang kami baca tentang asbabul wurud yang secara pasti menjelaskan hadist di atas. Namun secara asbabul wurud makronya hadist diatas memerintahkan kita untuk lebih berhati-hati dalam memelih pasangan hidup yang sesuai dengan syar’i.
·         Hadist-Hadist Lain yang Mendukung
Dalam menghubungkan hadist di atas kami akan kaitkan dengan beberapa hadist tentang memilih pasangan. Pertama akan dikaitkan dengan memilih calon istri yang baik


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Inilah Dosa Yang Menghalangi Jodoh

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Inilah Dosa Yang Menghalangi Jodoh
 Dosa Yang Menghalangi Jodoh

Jodoh merupakan ketetapan Allah SWT dan menjadi rahasia tanpa seorang pun mengetahuinya secara pasti. Terkadang ada yang sudah menjalani hubungan lama, tiba-tiba kandas karena alasan sepele. Sementara dua orang yang terpisah jauh, kemudian menjadi suami istri tanpa diduga sebelumnya.
Tingkat kesulitan manusia dalam mendapatkan jodoh berbeda-beda. Ada yang dimudahkan, ada pula yang hingga kini tak kunjung menemukan pasangan hidupnya. Padahal usianya sudah memasuki umur yang matang dan siap menjalani rumah tangga.
Jika jodoh adalah urusan Allah, maka tidak kunjung dapat jodoh juga disebabkan karena Allah. Hal ini biasanya terjadi karena dosa yang dilakukan pribadi manusia. Dosa-dosa ini tanpa sadar menutup rezeki mereka untuk mendapatkan pasangan hidup. Berikut ini rangkuman dosa yang dapat menghalangi jodoh.

1. Syirik

Syirik merupakan perbuatan menyekutukan Allah SWT dengan selain-Nya. Terkadang usaha kita dalam mendapatkan jodoh justru mengarah ke arah syirik yang semakin membuat jodoh menjauh. Misalnya saja menginginkan jodoh dengan datang ke dukun, tukang ramal, atau memakai jimat-jimat atau bacaan menyesatkan.
Periksalah bagaimana kualitas kita selama ini dalam menjalankan hubungan dengan Allah. Misalnya salat yang masih bolong-bolong, atau bermalas-malasan mengerjakan salat. Tidak heran jika Allah juga membalas umatnya dengan melambatkan jodohnya juga.
Maka dari itu, untuk mendapatkan jodoh maka harus memperbaiki   hubungan dengan sang pemberi jodoh, Allah SWT,  setelah itu baru berikhtiar mencari hubungan perjodohan.
“Janganlah sekali-kali kamu diperdayakan dunia & diperdayakan para penipu yang mengatasnamakan Allah” (QS 31:33)
Jika pun mereka di datangkan jodoh, maka biasanya akan dipertemukan dengan mereka yang syirik juga. Bisa saja anda mendapat jodoh, namun justru membuat hidup anda tidak tentram & tidak berkah. Pasalnya akan berlaku hukum keseimbangan Allah dalam perjodohan, dimana laki-laki dan perempuan harus memiliki nilai yang sama di mata Allah SWT.
“….musyrik laki2 berjodoh dengan musyrik perempuan, laki2 yang berperilaku buruk dengan perempuan yang berperilaku buruk juga.” ( QS 24:3&26)
2. Jarang Salat dan Melalaikan Salat
Salat merupakan gerbang menuju Allah SWT. Ini adalah perintah wajib yang harus dijalankan umat Islam tanpa ada alasan untuk meninggalkannya. Jarang salat artinya Allah juga tidak cepat dalam merespon doa manusia terhadap jodoh.
Hal ini juga berlaku bagi mereka yang salat namun kerap menunda-nunda hingga masuk waktu akhir. Karena urusan dunia, biasanya manusia lupa untuk menunaikan ibadah wajib yang satu ini. Sehingga Allah juga tidak akan memprioritaskan mereka yang telah melalaikan-Nya.
“Maka kecelakaanlah bagi orang2 yang shalat (yaitu) orang2 yang lalai dari shalatnya.” (QS 107:4-5)
3. Berzina
Berzina merupakan perbuatan keji yang sangat dibenci Allah. Bahkan dalam sebuah riwayat menceritakan kisah Nabi Musa yang menolak wanita yang bertobat karena telah melakukan dosa zina. Hal ini menandakan bahwa perbuatan zina sangat merusak hubungan manusia dengan Allah, termasuk untuk urusan jodoh.
Jujurlah pada diri, apakah anda pernah melakukan perbuatan tersebut? Jika iya bersegeralah taubat nasuha karena Allah SWT selalu memberikan ampunan kepada hamba-hambanya. Karena siapa yang melakukan hal demikian, mereka akan mendapatkan balasan langsung di dunia salah satunya dijauhkan dari jodohnya.
4. Dosa kepada Orang Tua
Orang tua merupakan perwakilan Allah SWT di dunia. Keridhaan mereka akan menjadi ridha Allah, sehingga jika kita melakukan dosa terhadap orang tua, maka Allah akan menutup sumber rezeki kita termasuk urusan jodoh.
Perlu diketahui bahwa berkata “ah” saja kepada orang tua sudah membuat Allah marah, apalagi jika melakukan dosa lebih dari itu.  Hal ini termasuk doa besar yang menjauhkan rahmat Allah termasuk jodoh.
Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. 17:23).
5. Hubungan Silaturahmi yang Putus
Bagi anda yang sulit jodoh, ada baiknya anda memeriksa hubungan anda dengan kerabat. Pasalnya salah satu penjauh rahmat adalah putusnya tali silaturahmi antar sesama kerabat.
“Sesungguhnya orang2 mukmin itu bersaudara. Karena itu peliharalah persaudaraan dan peliharalah diri anda dihadapan Allah supaya kamu mendapat rahmat”. (QS.49:10)
6. Bergunjing dan Mengadu Domba 
Ternyata aktivitas yang kerap dilakukan ini menjauhkan manusia dari jodoh, Ya menggunjing juga mengakibatkan sesoorang dijauhkan dari jodohnya. Apalagi jika sudah mengarah kepada adu domba yang berujung pada fitnah.
“Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan kecurigaan, karena sebagian dari kecurigaan itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya.” (QS 49:12)
7. Makan Rezeki yang Haram
Perkara haram juga dapat menjauhkan jodoh. Jika saat ini masih sulit jodoh, maka periksalah rezeki yang kita makan. Apakah sudah dicari dengan jalan halal, atau masih haram. Jika pun sudah halal, sudah kah kita menunaikan untuk mengeluarkan zakat. Karena sebenarnya, dalam harta kita terdapat hak-hak orang lain yang harus kita keluarkan.
8. Kikir
Salah satu cara mendapatkan jodoh adalah dengan memperbanyak sedekah. Jadi sebenarnya, jika kita tidak bersedekah, maka akan menghambat rahmat Allah yang lain. Salah satunya adalah jodoh. Banyak kisah-kisah tentang orang-orang yang menjemput jodoh dengan sedekah ini

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!