Hadist Tentang memilih Jodoh
Keluarga adalah bentuk dari miniatur masyarakat.
Dimana didalamnya kita bisa belajar untuk menjadi masyarakat yang baik. Didalam
keluarga kita belajar menjadi pemimpin adil dan bijaksana, belajar menjadi
guru, dll. Didalam Agama Islam suatu keluarga harus didahului oleh suatu ikatan
yang sering disebut dengan pernikahan melalui Ijab Qobul. Pernikahan itu
merupakan upacara yang suci yag harus dihadiri olehkedua calon pengantin. Harus
ada penyerahan dari pihak pengantin putri (Ijab) dan harus ada penerimaan dari
pihak pengantin putra atau disebut juga dengan Qobul. Peristiwa bersejarah ini
sudah diatur di dalam agama Islam.
Banyak ayat-ayat Al-Quran yang membahas tentang
pernikahan dan hal-hal yang terkait dengan pernikahan. Begitu pula dengan
hadist-hadist Nabi banyak yang membahas tentang masalah pernikahan dan hal-hal
yang terkait dengan pernikahan. Tetapi sebelum menanjak kepada masalah pernikahan
biasanya 2 orang (sepasang kekasih) saling Ta’arufan (pacaran)
terlebih dahulu. Biasanya ini dilakukan untuk saling mengenal asat dengan yang
lainnya.
Di dalam Islam sendiri diajarkan tentang kriteria
untuk memilih jodoh. Baik itu untuk laki-laki maupun perempuan. Tetapi
kebanyakan hadist menjelaskan tentang kriteria-kriteria perempuan yang
“baik” untuk di nikahi. Hadist yang terkait dengan hal ini adalah hadist yang
diriwatkan oleh beberapa perawi hadis yang masyhurdi
antaranya adalah Imam Bukhori :
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ
اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا
وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَات الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
Artinya “ Di cerikan Musadad, diceritakan Yahya dari
‘abdulloh berkata bercerita kepadaku Sa’id Ibn Abi Sa’id dari Abi Hurairah ra
bahwasanya Nabi saw bersabda wanita dinikahi karena empat perkara. Pertama
hartanya, kedua kedudukan statusnya, ketiga karena kecantikannya dan keempat
karena agamanya. Maka carilah wanita yang beragama (islam) engkau akan
beruntung.”
1.
Syarah Hadist
تربت يدك(engkau akan beruntung) secara tidak langsung
merupakan doa dan dorongan untuk menjadi kaya, namun jangan melupakan agamanya.
Sedangkan untuk kata لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا
وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَاakan lebih di terangkan dalm pembahasan tentang muhasabah hadist.
1.
Analisis Hadis
Memilih jodoh yang “baik” adalah langkah awal untuk
memulai membina rumah tangga yang diridoi Alloh. Dalam memilih calon
pendamping kita perlu cermat dan memakai kriteria yang benar, agar mendapatkan
pasangan yang baik dan sesuai. Namun hal ini memang gampang-gampang susah.
Pasangan hidup yang menjadi jodoh memang meupakn
urusan Tuhan dan sudah menjadi taqdir-Nya. Tetapi sebagai hamba yang baik kita
tidak bisa diam saja menunggu jodoh itu datang. Kita diwajibkan mencari dan
memilih pasangan sesuai dengan aturan syar’i. Para pencari jodoh sebaiknya
selain rasa cinta biasanya
tidak terlepas dari 4 unsur yang telah disebutkan diatas.
1.
Karena hartanya
2.
Karena nasabnya
3.
Karena kecantikannya
4.
Karena agamanya.
Keempat kriteria di atas bukan lah unsur yang wajib
ada, karena semua manusia di dunia ini tidak ada yang semourna, tetapi 4
kriteria di atas adalah hal-hal pokok yang sangat menentukan hasil akhir. Dan
ke empat unsur diatas adalah hal yang sangat ideal.
1.
Kualitas Hadis
Hadis di atas adalah hadist yang masyhur di kalangan
masyarakat awam. Dalam Kutubus
Tsittahsendri terdapat sekitar 8 kali
disebutkan. Dengan rincian dalam kitab Shohih Bukhori terdapat 1 kali, dalam
Shohih Muslim terdapat 2 kali, dalam Sunan Abu Dawud 1 kali, Sunan Turmudzi 1
kali, dalam Sunan Nasai 2 kali dan dalam Sunan Ibnu Majah terdapat 1 kali. Dari
beberapa kitab yang menyebutkan Hadis ini ataupun dari masing-masing kitab
terdapat perbedaan pada Sanad Hadist. Namun secara maknanya sama. Menimbang
dari runtutan Sanad dari hadis-hadis tersebut dan perawinya maka bisa
disimpulkan bahwa hadist tersebut adalah hadist shohih. Ini di dukung pula
dengan tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa hadist tersebut hadist
Dhoif. Hadis ini pun memenuhi syarat untuk katagori hadist shohih.
·
Asbabul Wurud
Asbabul wurud hadist ini secara mikronya belum ada
penjelasan dari beberapa sumber yang kami baca tentang asbabul wurud yang
secara pasti menjelaskan hadist di atas. Namun secara asbabul wurud makronya
hadist diatas memerintahkan kita untuk lebih berhati-hati dalam memelih
pasangan hidup yang sesuai dengan syar’i.
·
Hadist-Hadist Lain yang Mendukung
Dalam
menghubungkan hadist di atas kami akan kaitkan dengan beberapa hadist tentang
memilih pasangan. Pertama akan dikaitkan dengan memilih calon istri yang baik
Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar